Inovasi Madrasah, MTs Negeri 3 Mempawah Lahirkan 29 Siswa Hafidz Qur’an

Jungkat—Tim pendampingan dan Monitoring Implementasi Pelatihan Inovasi Madrasah Pusdiklat Kemenag RI, Dr. Yasri, memberikan apresiasi kepada MTs Negeri 3 Mempawah. Hal itu disampaikan Yasri ketika melakukan evaluasi pelaksanaan inovasi di MTs Negeri 3 Mempawah, Rabu (2/8/2022) pagi.

“Pusdiklat sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada tim inovatif yang dilakukan guru MTs Negeri 3 Mempawah. Berkat inovasi yang dilakukan itu, terwujud program tahfidz al-Qur’an, ” ujar Yasri.

Lebih lanjut Yasri mengatakan, “Tujuan kurikulum ada dua, yakni soft skill agar jadi orang baik. Sedangkan hard skillnya agar jadi orang pintar,” kata Yasri.

Menurut Yasri, inti kurikulum pendidikan, menciptakan manusia yang baik dan pintar. Pintar tapi tidak baik, dia akan jadi koruptor.  Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an yang berjalan. Bagun soft skill dengan pendekatan al-Qur’an. 

Guru MTs Negeri 3 Mempawah membangun inovasi dengan Buku Digital Multimedia Interaktif Program Tahfidz Al-Qur’an. Ini inovasi dari akar rumput. Muncul dari kearifal lokal.  Yasri menjelaskan, nilai manfaat inovasi ini bicara kualitas. Lihat pondasi agama dan prestasinya saat penerimaan siswa baru. Jangan pernah puas dengan prestasi. Tetap bersyukur dan terus tingkatkan prestasi.

“Dengan tahfidz al-Qur’an kita menyiapkan kehidupan akhirat yang abadi. Pusdiklat sangat bersyukur atas inovasi yang dilakukan guru MTs Negeri 3 Mempawah.  Inovasi yang dilakukan terus diimplementasikan dalam pembelajaran,” tegasnya. 

“Apresiasi kepada Kemenag Mempawah, Kepala Madrasah, para guru, dan siswa telah bersinergi menyukseskan inovasi. Evaluasi itu untuk memastikan pelaksanaan inovasi dan tanggapan stakeholder secara langsung selaku pengguna. Kalau kita berhasil bangun peserta didik yang baik dan pintar, maka akan melahirkan insal kamil, tujuan dari pendidikan nasional,” sambung Yasri.

Sementara itu, Kasi Penmad Rudiansah mengatakan digitalitasi merupakan sebuah kebutuhan. Transformasi digital merupakan salahsatu dari tujuh program prioritas Kemenag RI. “Harap para guru yang telah mengikuti pelatihan mesti membagikan ilmu tersebut kepada guru lain yang belum mengikuti pelatihan,” ujar Rudi.

Terima kasih atas bimbingan, arahan dan pembinaan dari Tim Pusdiklat Kemenag RI kepada para guru di madrasah yang berada di lingkungan Kemenag Kabupaten Mempawah.

Kepala MTs Negeri 3 Mempawah, Nur’aini mengungkapkan bahwa jumlah siswanya yang telah hafal juz 30 sebanyak 29 orang.  “Siswa MTs Negeri 3 Mempawah yang hafal juz 30 sebanyak 29 orang. Tahun ajaran 2021-2022 berjumlah: 20 orang. Sementara  2022-2023 berlanjut sentara 9 orang. Jadi totalnya 29 siswa hafiz juz 30. Juz 29 tinggal 2 surah mau selesai berjumlah 3 orang. Juz 1 al-Baqarah 1 orang mau selesai. Selebihnya proses 18 orang baru 4 halaman,” rinci Nur’aini.

sumber: https://kalbar.kemenag.go.id/berita/berita.php?nid=36563

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *