Sukses Kurmer: Pelaksanaan P5 dan P2RA di  MTSN 3 MEMPAWAH

 

Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P2RA) Kurikulum Merdeka (Kurmer) di MTs Negeri 3 Mempawah berlangsung sukses. Kegiatan ini berlangsung selama 36 jam atau selama dua pekan dan acara penutupan dilaksanakan pada Senin, 4 September 2023 di ruangan kelas MTs Negeri 3 Mempawah. Hadir dalam penutupan tersebut Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Kepala Madrasah dan guru-guru MTs Negeri 3 Mempawah. P5 dan P2RA yang pertama ini mengambil tema “Pelestarian tradisi lokal melalui acara saprahan”. Pada acara penutupan tersebut menampilkan hasil karya siswa dan juga penerapan tradisi saprahan pada masyarakat suku Bugis di sekitar madrasah.

Penanggung jawab P5 dan P2RA MTs Negeri 3 Mempawah ibu Rusmi Susila, S.Ag menyampaikan bahwa program P5 dan P2RA pada kurikulum merdeka bertujuan membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar. “Melalui program ini, siswa mempelajari keterkaitan perkembangan budaya lokal dan kemajuan nasioanal dan internasional. Program ini juga membangun kesadaran bahwa dalam budaya lokal terdapat nilai-nilai karakter yang penting, seperti kerja sama, sopan santun, akhlak  dan lain-lain. Sedangkan P2RA bertujuan menciptakan pelajar yang menghargai budaya lokal dan perbedaan budaya yang ada di masyarakat. Sehingga nantinya tumbuh kesadaran pada diri siswa sikap toleransi, egaliter dan moderat terhadap perbedaan yang ada,” ungkap Rusmi.

Kepala MTs Negeri 3 Mempawah Nur’aini, M.Pd.I menyampaikan bahwa P5 dan P2RA adalah program yang yang harus diadakan pada kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan pada sekolah untuk menanamkan karakter atau akhlak melalui budaya lokal masyarakat. “Banyak sekali budaya yang ada masyarakat mempunyai nilai-nilai karakter yang baik yang dibiasakan oleh para generasi muda. Para siswa adalah generasi muda yang akan membangun bangsa ini ke depan. Mereka harus ditanamkan karakter yang baik, sehingga nantinya mereka dapat menghadapi dampak negatif dari kemajuan ini. Perkembangan tekhnologi informasi yang tidak bisa dibendung saat ini harus dibarengi dengan penanaman karakter dan nilai-nilai agama, sehingga nantinya dapat menjadi filter terhadap kemajuan ini,” tegas Nur’aini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *