ALUMNI IKUT SUKSESKAN P5RA KURMER MTSN 3 MEMPAWAH

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin( P5RA)  proyek ketiga pada Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 3 Mempawah  mengambil tema “Suara Demokrasi” dengan judul “Demokrasi yang Santun”. P5RA ini akan berlangsung selama 120  Jam  Pelajaran.  Pada materi pembuatan video kampanye Demokrasi yang Santun  menghadirkan dua orang nara sumber yang merupakan alum MTs Negeri 3 Mempawah yang juga merupakan seorang Youtuber ikut. Kedua orang tersebut adalah Muhamad Jalaluddin dan Andi Hermawan yang merupakan alumni terbaik di zamannya menyampaikan  materi tekhnik membuat dan editing  video pada Rabu, 15 Mei 2024 di ruangan  Aula MTs Negeri 3 Mempawah.  Pada kesempatan tersebut mereka berdua  tekhnik membuat video menarik sampai mengupload video tersebut ke akun youtube.

Muhammad  Jalaluddin sebagai alumni yang terlibat dalam P5RA tersebut menyampaikan rasa senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam  tersebut.   “Di era media sosial saat ini bayak sekali  muatan video negatif, karena itu perlu upaya melawan  hal tersebut dengan cara mengisinya dengan video-video positif yang membangun. Dengan upaya ini setidaknya dapat memberikan muatan positif di media sosial. Para remaja, terutama para pelajar saat ini memang harus sejak dini dikenalkan dengan tekhnologi informasi, sehingga mereka nantinya tidak jadi korban negatif media sosial. Mari kita isi media sosial kita dengan muatan-muatan positif dari segala pihak, sehngga kehidupan kita semakin baik dan damai,” ungkap Jalaluddin.

Kepala MTs Negeri 3 Mempawah Nur’aini, M.Pd.I  menyampaikan apreasiasi dan penghargaan kepada Alumni yang telah terlibat dalam kegaiatan-kegiatan madrasah. Marilah para alumni, kita berbagi pengetahuan kepada adik-adik kita, sehingga nantinya ketika mereka dewasa dapat mempunyai pengetahuan yang dapat bermamfaat. Hidup kedepan ini akan semakin banyak tantangan, karena itu mereka harus dipersiapkan untuk menghadapinya. P5RA ini adalah kegiatan wajib pada kurikulum merdeka sesuai dengan aturan kementerian pendidikan. Sekolah harus mendukung kegiatan tersebut sehingga dapat sehingga dapat membantu program pemerintah,” tegas Nur’aini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *